header-int

Pandemi Korona Virus (Covid19) di Indonesia

Minggu, 05 Apr 2020, 11:27:02 WIB - 219 View
Share
Pandemi Korona Virus (Covid19) di Indonesia

Berawal  dari temuan penderita  Corona virus (COVID-19) pada 2 Maret 2020 di Depok. Pasien pertama yang melaporkan diri ke Rumah sakit, akhirnya menjalani tes dan dinyatakan positif. Berita ini menjadi viral dipublik. Berbagai langkah dilakukan untuk menutup penyebaran virus ini tapi sepertinya semakin meluas. Langkah pemerintah berikutnya melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang virus yang sedang dihadapi bersama. Ratusan Rumah Sakit baik negeri maupun swasta diperintahkan bersiap untuk menghadapi wabah ini. WHO (World Healt Organization) menyatakan telah terjadi Pandemi di seluruh dunia. Termasuk Indonesia.

Hingga berita ini ditulis, 4 April 2020 telah terkonfirmasi 2.092 kasus positif COVID-19, dengan 191 kasus di antaranya meninggal dan 150 kasus sembuh. Kasus dinyatakan tersebar di 32 provinsi dari total 34 provinsi di Indonesia. Dua provinsi yang belum melaporkan kasus terkonfirmasi yaitu Gorontalo dan Nusa tenggara timur.

 

Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan secara berjenjang memerintahkan untuk kegiatan belajar dan mengajar  dari rumah secara daring (online). Mulai tingkat terbawah TK sampai dengan Perguruan Tinggi meniadakan kegiatan tatap muka dalam pembelajaran. Selama sejarah, baru kali ini ada kejadian luar biasa yang berdampak langsung pada dunia pendidikan. Setiap hari mulai dari dosen sampai guru TK, melakukan  pembelajaran daring dengan berbagai platform aplikasi yang paling mudah dan menarik untuk digunakan.

Anjuran pemerintah untuk "tetap tinggal dirumah" dan "Social distancing" dirasa menjadi jalan keluar terbaik untuk mengurangi penyebaran Covid19. Penyemprotan desinfektan juga dilakukan di rumah-rumah warga oleh pemerintah desa setempat. Tempat-tempat umum, seperti pasar, Masjid, dan semua tempat ibadah juga tidak luput dari penyemprotan. 

Bahkan pengenalan berbagai istilah baru juga di lakukan, ada ODP (Orang Dalam Pemantauan), PDP (Pasien Dalam Pengawasan), ODR (Orang Dalam Resiko), dan yang terbaru OTG (Orang Tanpa Gejala). Pembatasan perjalanan juga dilakukan terutama ke daerah yang masuk dalam zona merah (daerah terjangkit). Orang yang baru pulang dari daerah terjangkit wajib melakukan isolasi mandiri dirumah selama 14 hari. Semoga wabah ini segera berakhir dan kehidupan sehari-hari bisa seperti semula. *(Bid. Humas)

smkn1dlanggu SMKN 1 Dlanggu adalah Sekolah Menengah Kejuruan Negeri yang berbasis Teknologi dan Pariwisata untuk mencetak lulusan yang siap menjadi professional muda di bidang teknologi dan pariwisata, berjiwa religius, cinta tanah air serta berwirausaha. Dengan dukungan sumber daya manusia pengajar yang berkuwalitas dan sarana prasarana yang lengkap demi menjawab kebutuhan dunia usaha dan industri Indonesia
© 2020 SMK Negeri 1 Dlanggu Follow SMK Negeri 1 Dlanggu : Facebook Twitter Linked Youtube